Pecahan Saham dan Reverse Stock Split adalah dua cara bagi perusahaan untuk menyesuaikan jumlah dan nilai nominal sahamnya.
Stock Split
Pemecahan saham mengacu pada tindakan perusahaan memecahkan saham yang sudah ada menjadi lebih banyak saham dalam proporsi tertentu. Setelah pemecahan, jumlah total saham meningkat, tetapi nilai nominal dan harga saham per lembar menurun, sementara total kapitalisasi pasar tetap tidak berubah. Pemecahan saham biasanya dilakukan ketika harga saham sedang tinggi guna menurunkan harga saham dan membuatnya lebih menarik, terutama bagi investor ritel.
Contoh:
Pemecahan Saham Gabungan (Reverse Stock Split)
Saham gabungan adalah kebalikan dari pemecahan saham (stock split), yang berarti perusahaan menggabungkan saham yang ada menjadi lebih sedikit saham dalam proporsi tertentu. Setelah penggabungan saham, jumlah total saham berkurang, tetapi nilai nominal dan harga saham setiap lembar meningkat, dan total nilai pasar tetap tidak berubah. Penggabungan saham biasanya dilakukan ketika harga saham terlalu rendah untuk menaikkan harga saham, menghindari delisting dari bursa, atau menarik investor yang lebih besar.
Contoh:
Pemecahan saham dan usaha patungan keduanya merupakan cara bagi perusahaan untuk mengubah harga setiap saham dengan menyesuaikan jumlah saham, tetapi tidak mengubah total nilai pasar perusahaan. Operasi-operasi ini biasanya dilakukan untuk tujuan strategis, seperti meningkatkan likuiditas saham atau menaikkan harga saham untuk memenuhi persyaratan pasar atau regulasi.